Perbedaan Perdagangan dan Investasi


Perbedaan Perdagangan dan Investasi

Beberapa orang mungkin mengacaukan perdagangan dengan investasi, karena keduanya sering dianggap dapat dipertukarkan. Tapi sayang, itu tidak benar.

Ada beberapa hal yang menonjolkan perbedaan antara perdagangan dan investasi; contohnya termasuk Motilal Oswal, Groww, dan Nirmal Bang.

 

1. Prinsip Prinsip

perdagangan yang paling banyak diterima adalah model "beli rendah, jual tinggi". Oleh karena itu, seorang pengusaha akan membeli suatu aset dengan harapan akan dijual kembali di kemudian hari.

Investasi, di sisi lain, menganut prinsip "beli dan tahan". Di mana seorang investor akan membeli aset dan menyimpannya sampai tujuan investasinya tercapai?

 

2. Analisis

Menganalisis aspek teknis perdagangan, seperti grafik, indikator, dan pergerakan harga, adalah hal yang paling diperhatikan oleh sebagian besar pedagang.

Namun, analisis investasi lebih berfokus pada fundamental, seperti arus kas, prospek pertumbuhan, laporan keuangan, dll.

 

3. Risiko

Trading memiliki tingkat risiko yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kecepatan yang sangat cepat di mana aktivitas perdagangan asetnya berkembang.

Namun, risiko investasinya rendah karena aset yang dibeli dipilih dengan cermat oleh investor sebelumnya.

 

4. Jangka waktu

Pedagang memegang aset untuk jangka waktu yang sangat singkat saat terlibat dalam proses perdagangan. Bisa diselesaikan dalam hitungan hari atau minggu.

Sebaliknya, investor jangka panjang memegang aset selama usaha bisnis. Saya akan mengatakan itu mungkin dalam beberapa tahun hingga satu dekade.

 

5. Pertumbuhan modal

Tujuan utama trader adalah keuntungan jangka panjang, jadi mendorong pertumbuhan modal adalah bagian penting dari itu. Jika Anda melakukan analisis yang tepat dan menerapkan strategi yang tepat, modal Anda juga akan bertambah.

Sebaliknya, peningkatan kekayaan jangka panjang melalui investasi yang bijaksana.

Tujuan investor adalah menerima dividen sebagai bentuk pendapatan pasif.

 

6. Usaha yang dilakukan

Untuk sukses dalam trading, seseorang harus terus menerus menganalisis pasar dan tindakannya sendiri.

Selain itu, penelitian sebelumnya harus dilakukan sebelum membeli atau menjual aset apa pun.

Sebaliknya, investor akan lebih sering melakukan analisis sebelum melakukan investasi awal atau saat memilih instrumen.

Selain itu, investor akan mendasarkan keputusan mereka pada prospek pertumbuhan perusahaan.

 

7. Tolak ukur kesuksesan

Ukuran keberhasilan dalam berdagang adalah pendapatan yang didapat dari jual beli aset.

Namun, ukuran keberhasilan dalam berinvestasi adalah realisasi investor atas hasil yang diharapkan.

Berdagang adalah kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan kekayaan pada saat yang tidak tepat.

Namun, jelas dari penjelasan Glints dalam artikel ini bahwa kehati-hatian ekstra diperlukan untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan saat melakukan perdagangan.

Read more:


Recent Posts