Waspadai Risiko Perdagangan Emas


 Waspadai Risiko Perdagangan Emas 

Sementara perdagangan emas dapat menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat, pasar yang menguntungkan ini bukannya tanpa risiko yang melekat. Lantas, apa saja bahaya trading emas? Sama seperti kita menyadari bahwa ada prinsip berisiko tinggi, imbalan tinggi dalam berinvestasi, hal ini juga berlaku untuk skenario ini. Artinya, besar imbalan sebanding dengan tingkat risiko yang dilakukan. Anda harus hati-hati mempertimbangkan potensi risiko yang terkait dengan perdagangan emas.

Secara umum, ada dua potensi risiko saat berdagang emas. Di antaranya adalah risiko yang terkait dengan leverage dan perubahan suku bunga yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, menggunakan strategi perdagangan sangat penting untuk meminimalkan risiko sehingga tidak terlalu merugikan Anda. Mari kita bahas lebih detail tentang kedua risiko tersebut.

1. Perubahan Suku Bunga Cepat

Kerugian dalam trading emas bisa disebabkan oleh fluktuasi nilai dolar akibat perubahan federal funds rate, lho! Jika kebijakan suku bunga suatu negara menghasilkan kenaikan suku bunga, mata uang negara tersebut akan terapresiasi nilainya. Ketika suku bunga naik, nilai mata uang suatu negara cenderung naik, dan sebaliknya ketika suku bunga turun. Harga emas telah bergejolak di pasar valuta asing karena perubahan kebijakan suku bunga baru-baru ini.

2. Potensi Rugi karena Leverage

Sekarang Anda sudah mengerti, berkat penjelasan di atas, apa yang dimaksud dengan trading emas dengan leverage. Ketahuilah bahwa daya ungkit dapat sangat bermanfaat bagi Anda atau merugikan Anda. Karena potensi untungnya tinggi tapi begitu juga potensi ruginya. Pilih tingkat leverage yang dapat dikelola sesuai kemampuan keuangan Anda untuk meminimalkan kerugian. Selain itu, Anda akan memiliki kemampuan untuk menyempurnakan margin dan manajemen keuangan Anda.

4 Faktor yang Memengaruhi Harga Trading Emas

Dalam trading emas, setiap investor mencari keuntungan. Apakah seorang pedagang individu melihat keuntungan dari perdagangan emas tergantung pada naik atau turunnya harga emas di pasar valuta asing. Perlu Anda ketahui bahwa harga emas di pasar valuta asing dipengaruhi oleh sejumlah variabel yang berbeda.

Sebagai seorang trader, Anda harus mengetahui apa saja yang mempengaruhi naik turunnya harga emas di pasar. Ini akan memungkinkan Anda untuk memutuskan kapan waktu terbaik untuk menyelesaikan transaksi. MoneyDuck telah menganalisis beberapa faktor yang berkontribusi terhadap naik turunnya harga emas. Contohnya antara lain:

1. Krisis Perekonomian Dunia

Harga emas sangat rentan terhadap ketidakstabilan ekonomi global. Jika terjadi krisis ekonomi global, harga emas diperkirakan akan naik. Hal ini dimungkinkan karena banyak orang yang meyakini uangnya akan lebih aman disimpan dalam logam mulia jika terjadi krisis ekonomi. Tidak hanya itu, nilai emas secara umum diakui bersifat global dan berlaku di mana-mana di dunia.

2. Mata Uang Mengalami Inflasi

Harga emas dipengaruhi oleh inflasi yang berperan sebagai penggerak. Namun secara keseluruhan, kenaikan inflasi terkait dengan kenaikan harga emas. Nilai emas suatu negara akan naik sebanding dengan tingkat inflasi di sana. Orang-orang buru-buru membeli emas saat inflasi mengancam karena nilainya relatif kebal terhadap fluktuasi harga.

3. Fluktuasi Nilai Mata Uang Dolar AS Dolar AS

diterima secara luas sebagai alat tukar di seluruh dunia. Telah banyak diprediksi bahwa nilai dolar AS akan jatuh terhadap nilai emas di pasar valuta asing. Karena nilai dolar AS turun, nilai emas diperkirakan juga akan turun. Kebalikannya juga benar: ketika harga emas naik, nilai dolar AS pasti turun. Jadi, Anda perlu mengawasi pergerakan dolar AS jika ingin mendapat untung besar dari perdagangan emas.

4. Kekacauan Politik Dunia

Harga emas sering dipengaruhi oleh politik global, terutama di negara adidaya. Konflik politik-militer, seperti yang terjadi antara China dan Amerika Serikat, memiliki konsekuensi dunia nyata bagi negara lain. Harga emas juga dipengaruhi oleh ketidakpastian politik antar negara. Akibatnya, harga emas bisa naik.

 

Read more:


Recent Posts